Postingan

Berakhir

Karna pada akhir nya aku memutuskan untuk mundur. Pada akhirnya aku merasa lelah jika harus terus seperti ini, menunggu tanpa sebuah kepastian. Saat ini aku sedang memikirkan bagaimana cara aku agar bisa melupakan mu dan tetap baik baik saja denganmu. Aku ingin tetap berteman baik denganmu. Aku pergi, terimakasih untuk selama ini. Aku tidak tau apakah keputusan ku ini yang terbaik atau tidak. Bukan hal mudah untukku melupakanmu, dengan semua kenangan yang pernah kita lakukan. Walau mungkin hanya aku yg selalu mengingat saat saat itu. Lagi lagi aku terlalu cepat mengambil sebuah kesimpulan, kesimpulan yang menyimpulkan bahwa kamu memiliki rasa yang sama seperti ku. Mungkin, dengan cara aku mundur seperti ini akan membuat hatiku lebih baik. Tidak ada lagi air mata yang diam diam terjatuh saat aku melihat mu dengan orang lain Tidak ada lagi harapan harapan kosong yang selalu menghantui ku Tidak ada lagi senyum indahmu yang selalu membuat ku susah tidur Perlahan aku akan mengikh...

Masih kamu dan selalu kamu

Entah lah aku selalu bingung jika berbincang tentang dirimu. Dan aku pun tidak tau apa yg sebenernya membuat ku bingung. Untuk saat ini kamu masih jadi misteri buat aku, kamu masih jadi tanya yang belum terjawab. Entah sampai kapan aku bisa bertahan, bertahan diam diam menyimpan rasa ini. Aku selalu berharap kamu tau akan semua ini tanpa aku berbicara tentang ini. Kadang aku ingin orang lain paham dengan apa yg aku maksud tanpa aku menjelaskan. Begitu pun tentang ini. Tentang rasa yang sudah aku simpan selama hampir 1 tahun. Banyak hal yang aku lewati selama ini. Kadang aku takut saat kau tau aku seperti ini lalu kita menjadi asing. Tapi kadang aku ingin tau bahwa sebenarnya aku menyimpan rasa dan aku ingin tau dengan respon mu hanya saja aku belum siap dengan respon negatif.. Aku masih asik dengan diam diam seperti ini, rasanya dengan seperti ini kita akan selalu dekat. Bukan begitu? Karna kadang aku merasa nyaman saat aku dekat dengan mu walau mungkin kau hanya menganggap ku seb...

Ada apa ini

Entah kenapa, dari kemarin rasanya duniaku hancur. Semangatku hilang, kebahagiaanku seaakan pergi meninggalkanku. Aku merasa semuanya tidak baik baik saja. Aku hancur. Aku sekarang sedang berada  dalam titik kelemahanku. Titik dimana aku mulai merasa tidak kuat melewati semua ini. Titik dimana aku mulai merasa bosan dengan semuanya.   Satu persatu kepalsuan itu muncul, dari mulai yang peduli sampai yang hanya sekedar penasaran. Aku yakin semua bisa aku lewati hanya saja saat ini aku sedang berada dalam titik kelemahanku. Rasanya aku ingin menumpahkan semua keluh kesahku tapi entah harus menumpahkan semuanya kepada siapa? Aku sangat membutuhkan pundak untuk bersandar dan menangis tapi aku sadar tidak ada pundak yang bisa aku jadikan tempat bersandar dan menangis. Aku masih punya tempat untuk bersujud, dan menceritakan semuanya kepada-Mu wahai pemilik segala sesuatu yang ada di dunia ini.  Aku sudah lelah menahan semua nya sendirian.  -18, Februari...

Terlalu cepat

Tolong, jangan samakan aku dengan dia atau mereka. Aku adalah aku yang mencintaimu dengan setulus hatiku danaku akan selalu berusaha untuk ada disaat kau membutuhkan kehadiranku. Aku adalah aku yang selalu memperhatikan setiap gerakmu walau itu dari jarak 1-2 meter dari tatapanku. Aku tidak pernah berani untuk memperhatikanmu dari  dekat karena apa karena aku takit kamu merasa risih dengan apa yang aku lakukan terhadap dirimu. Aku adalah seseorang yang diam diam selau mencari informasi tentang dirimu. Aku adalah seseorang yang selalu mekminjam namamu dalam setiap doa doaku. Aku selau berharap bahwa kamulah yang bisa menjadi teman hidupku dalam waktu lama atau selamanya. Aku selalu berharap bahwa kau adalah seseorang yang pernah hadir dalam mimpuku. Semoga kau adalah seseorang yang sudah Tuhan takdirkan untuk hidup bersamaku selamanya. Ini semua memang terlalu cepat bagiku tapi aku merasa ini yang terbaik daripada aku harus terus menerus menahan dan menyembunyikan perasaan ini. Sek...

Ana uhibbuka fillah

Kita berawal dari sebuah candaan. Candaan yang akhirnya membuatku jatuh cinta padamu. Ya memang itu terdengar aneh, hanya karna sebuah candaan saja aku bisa langsung jatuh cinta padamu. Harus kamu ketahui, semua candaan itu membekas dihatiku baik itu candaan yang membuatku tertawa ataupun candaan yang membuatku merasa sakit hati. Semua candaanmu aku simpan baik baik di dalam hatiku, untuk apa? Entah aku pun tidak tahu maksudnya. Sekarang aku merasa ada yang berubah dari dirimu, atau itu hanyalah perasaanku saja? Atau dirimu memang benar benar berubah? Yasudahlah. Kamu tahu? Mengapa aku tahu bahwa dirimu berubah? Semua itu aku rasakan dari tatap matamu, senyummu, ucapanmu dan sikap mu yang kini benar benar berbeda. Dahulu tatap matamu sangatlah indah dan jelas bahwa kau memperhatikanku, senyummu dulu sangatlah manis dan itu untuku, ucapan dan sikapmu dulu begitu indah dan benar benar membuatku merasa nyaman jika berada di dekatmu. Tapi, kini semuanya berbeda. Kini, Aku sudah tidak meli...

Satu tahun yang lalu

Benar benar tak terasa. Satu tahun yang lalu, menjadi akhir dari pertemuan kita. Satu tahun yang lalu, terakhir aku melihat senyum manismu. Satu tahun yang lalu, menjadi akhir dari semua cerita yang pernah kita mulai. Satu tahun yang lalu, adalah awal bagi ku untuk belajar melupakan semua tentangmu. Satu tahun yang lalu, adalah waktu untukku belajar ikhlas dengan semua yang sudah terjadi. Benar benar tak kusangka. Sudah satu tahun kau pergi meninggalkanku. Kau pergi meninggalkan luka mendalam untukku. Kau pergi meninggalkan kenangan pahit untukku. Kau pergi meninggalkan sejuta rindu untukku. Ku kira kau pergi untuk kembali, tetapi kau pergi dan tak kan pernah kembali. Kau pernah berjanji tidak akan menyakitiku lagi, tapi apa. Kau ingkar janji untuk kesekian kalinya. Kau kembali menyakitiku, janji janji yang sudah kau buat kini semuanya kau ingkari. Kau pergi dan tak kan pernah kembali. Aku benci. Tetapi jika aku membencimu sama saja aku membenci takdir-Nya. Kini kau dimana....