Terlalu cepat
Tolong, jangan samakan aku dengan dia atau mereka. Aku adalah aku yang mencintaimu dengan setulus hatiku danaku akan selalu berusaha untuk ada disaat kau membutuhkan kehadiranku. Aku adalah aku yang selalu memperhatikan setiap gerakmu walau itu dari jarak 1-2 meter dari tatapanku. Aku tidak pernah berani untuk memperhatikanmu dari dekat karena apa karena aku takit kamu merasa risih dengan apa yang aku lakukan terhadap dirimu. Aku adalah seseorang yang diam diam selau mencari informasi tentang dirimu. Aku adalah seseorang yang selalu mekminjam namamu dalam setiap doa doaku. Aku selau berharap bahwa kamulah yang bisa menjadi teman hidupku dalam waktu lama atau selamanya. Aku selalu berharap bahwa kau adalah seseorang yang pernah hadir dalam mimpuku. Semoga kau adalah seseorang yang sudah Tuhan takdirkan untuk hidup bersamaku selamanya.
Ini semua memang terlalu cepat bagiku tapi aku merasa ini yang terbaik daripada aku harus terus menerus menahan dan menyembunyikan perasaan ini. Sekarang aku akan belajar untuk jujur terhadap diriku sendiri. Aku tidak ingin menyiksa diri dan perasaanku dengan rasa ini, yangaku mau aku semakin bahagia dengan adanya rasa ini. Tapi ternyata tidak, ini tidak lebih baik. Aku selalu berpikir saat aku sudah mengatakan semuanya kepadamu maka semua ini akan berjalan dengan sangat baik tapi ternyata itu hanyalah hayalanku. Saat kau sudah mengetahui semuanya, rasanya ini semakin buruk, aku dan dirimu semakin jauh. Aku tidak mau, ini yang paling aku takutkan. Tapi, tidak apa. Setidaknya aku sudah bisa jujur terhadap diriku sendiri dan aku sudah tidak menyimpan rahasia tentang rasa ini.
Bisakah kita tetap dekat seperti dulu, dimana semuanya masih sangat baik baik saja dan aku tidak pernah berpikir bahwa semuanya akan seperti ini. Oke ini semua adalah kesalahanku yang terlalu cepat memberitahukan dirimu tentang rasa ini. Maaf jika selama ini kau merasa risih dengan pandanganku yang selalu mencari celah untuk memandangmu. Aku sudah berusaha untuk tidak menatapmu tapi selalu ada celah yang membuatku terus menatapmu. Aku selalu berharap kamu pun menatapku kembali tapi nyatanya tidak. Suatu hari aku tidak sengaja dan duduk sejajar denganmu walau dengan harang yang cukup jauh tapi setidaknya aku masih bisa menatapmu dan aku bersyukur mataku masih bisa melihat jelas saat aku melihat mu. Entah kenapa.
Aku bahagia bisa mengenalmu, tak ada yang harus aku sesali karena semua ini sudah tertulis dalam skenaria yang Tuhan tulis untuk menguji kekuatan ku. Aku berterimakasih kepada dirimu karena telah hadir dan memberiku pelajaran bahwa tidak semua yang cepat itu tepat. Ya seperti sekarang ini, aku terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa aku mencintaimu dan kau pun sama tapi ternyata itu tidak. Semuanya berbanding berbalik dengan apa yang aku harapkan.
Ini semuanya hanya tentang waktu, aku mencintaimu karena waktu dan semoga kau pun akan mencintaiku seiring berjalannya waktu. Aku titip pesan, jaga dirimu baik baik jangan sampai kau jatuh kepada perempuan yang salah. Bukan aku sudah merasa benar tapi maksudku carilah perempuan yang jauh lebih baik dariku, dari segi penampilan ataupun agamanya. Mungkin kau terlalu baik untuk ku sehingga Tuhan enggan untuk mempersatukan kita. Untuk itu aku akan memantaskan diriku terlebih dahulu agar aku pantas berasa di sampingmu dan menemani hidupmu sampai akhir hayatku.
Aku sangat mencintaimu tapi semuanya berbanding terbalik.
Malam, sampaikan rasa sakit ku ini padanya:')
:26, September 2018
💔
Mantul
BalasHapus